- Sejarah Filsapat
Sepanjang
sejarah filsafat barat mula-mula dikembangkan oleh Thales (600 SM)
bentuk penyampeannya tidak secara langsung melalui tulisan.Filsapat
timur dikenal melalui wedda di india,padatahun yang sama dengan
filsapat barat. Demikian juga di asia tenggara, filsapat dibangun
oleh Sidharta Gautama, diasia timur dan cina dibangun oleh konghutsu
atau confucius,
Sampai
saat ini, kita belum dapat mengetahui kapan sebenarnya filsapat mulai
muncul, pada abad 60.000 tahun yang lalu atau abad ke-600sm, Manusia
pertama, Yaitu nabi Adamdan Siti hawa mulai menunjukan kakinya
dibumi,dengan tugas sebagai wakil tuhan dibumi dan memelihara alam
semesta. Merekalah orang pertama yang percaya dan yakin, bahwa tuhan
Yang Maha Esa memberi mereka “alat” atau “senjata”berupa akal
termasuk Qolbu. Dengan akalnya, manusia akan berpikir dan menempuh
kehidupannya di muka bumi. Oleh karna itu, bersama dengan adanya
manusia maka pemikiran filsapatpun ada, Artinya, bahwa berfilsapat
merupakan ciri manusia sejak 600 abad Sm, bukan 6 abad Sm
Dalam
buku yang saya kutip, ssejarah filsapat dibagi dalam 5 periode yaitu
- Zaman Yunani kuno (600 SM- 200 M)
- Zaman patrietik dan pertengahan
- Zaman modern (1600 M-1800 M)
- Zaman baru (1800-1950)
- Zaman pasca-modernisme (1950)
Setiap zaman
memiliki ciri khasnya sendiri-sendiri, baik bersangkutan dengan isi
atau materi wacana maupun metode dan tokoh-tokoh penggeraknya.
- Zaman Yunani kuno (600 SM-200 M)
Pada zaman yunani
kuno terdapat tiga periode masa sejarah filsapat, Yaitu masa awal,
masa keemasan, serta masa Helentitas dan Romawi (bertens,1976).
Masa awal filsapat
yunani kuno di tandai oleh tercatatnya tiga nama filsuf yang berasal
dari daerah miletus, yaitu thales, anaximandros, dan anaximenes,
selain ketiga nama tersebut, beberapa nama daerah lain, seperti
Herakleitos dari Ephesos, pythagoras di 1 tali selatan parmemdes dari
elea, dan demokritos dari abdera
- Zaman patristik dan pertengahan (200 M-1600 M)
Zaman ini di anggap
sebagai zaman dimana filsafat begitu erat, berada dibawah naungan
agama, Zaman ini di bagi kedalam empat periode, yaitu Zaman
patristik, Zaman Awal skolastik, Zaman keemasan skolastik, dan Zaman
akhir Abad pertengahan.
- Zaman modern (1650 M-1800 M)
Zaman pertengahan
berakhir pada saat yang tidak jelas karena batas-batas pemikirannya
terlalu subti. Akhirnya beberapa ahli berpendapat, bahwa masa
Renaisans-lah yang menjadi batasnya, Masa Renaisans artinya kelahiran
kembali maksudnya adalah: Melahirkan kembali kebudayaan klasik, yaitu
kebudayaan Yunani dan Romawi, Masa Reanisans merupakan akhir dari
zaman pertengahan, Beberapa ahli sejarah filsapat menempatkan
nama-nama sastrawan dan seniman lain pada barisan depan pelopor zaman
modern. Mereka adalah Petrarca (1304-1374) dan Boccacio (1313-1375).
Keduanya adalah para penulis, sementara untuk sseniman lainnya,
seperti pelukis,pematung,dan arsitekMichelangelo (1474-1543).
Johannes Keplor (1571-1630) dan Gahleo Galilei (1569-1643) Adapun
yang meletakkan dasar filosofis dalam ilmu pengetahuan adalah Prancis
Boson (1561-1623)Prancis Boson melahirkan buah pikiran yang
menggantikan teori Aristoteles tentang ilmu pengetahuan.
Adapun pendiri
“Fouding”Father” atau filsapat modern adalah Michel de
Montaigne (1533-1592) ia bukan Matematikawan dan ilmuan melainkan
moralis.
- Zaman Baru (1800 M-1950 M)
Fenomenologi dan
eksistensialisme seorang ahli berpendapat. Bahwa fenomenologi hanya
suatu upaya berpikir bukan suatu Mazhab fisapat, Anggapan para ahli
tertentu lebih mengertikan fenomenologi sebagai suatu metode dalam
mengamati, memahami, mengartikan, dan memaknakan sesuatu dari pada
sebagai pendirian atau suatu aliran filsapat beberapa ahli
berpendapat bahwa dengan fenomenologi sebagai mazhab filsapat telah
terhanya manusialah yang dapat jadi konsistensi, antara lain anjuran
untuk membebaskan diri dari asumsi-asumsi dalam reduksinya, sebagai
mazhab filsapat, pada kenyata’annya fenomenologi memiliki
asumsi-asumsi sebagai dasarnya.
Sedangkan
eksistensialisme secara etimologi, berarti berdiri atau berada di
(ke) luar. Eks berarti di (ke) luar, dan (s) isten berarti
menempatkan atau berdiri. Oleh karena itu hanya manusialah yang dapat
bereksistensi sedangkan binatang dan organisasi tidak, antara manusia
dan benda lain jelas terdapat perbedaan. Eksisisnsialisme adalah
aliran filsapat yang memandang segala hal berpangkal pada
eksistensinya , artinya, bahwa eksistensialisme merupakan cara
manusia berbeda atau lebih tepat mengada di dunia ini.
- Pasca-Modernisme (1950)
Istilah
pasca-Modernisme tampil dalam konteks yang lebar dari wacana akademis
sampai susunan kata yang singkat dalam sebuah iklan. Maknanya berbeda
dalam konteks yang bermacam-macam “seperti” floating segnifier”
levi-straus tidak banyak mengeksperesikan suatu nilai seperti tetap
membuka ruang untuk ekspresi yang luas.
=>Pengertian
dan perkembangan Pasca-Modernisme dalam psikologi merupakan hal
penting yang harus kita perhatikan. Pasca modernisme merupakan aliran
filsapat yang lahir pada awal Abad ke-20, Menrut Hergenhan, Pasca
modernisme mengacu pada keyakinan yang prepak, seperti semua hal
termasuk pendapat sepanjang Abad pertengahan perilaku manusia dapat
di terangkan menurut dogma gereja pertanyaan otoritas gereja di mulai
pada Abad Renaisans dan mengarah pada cara-cara pendalaman yang lebih
objektip.
- Ciri-Ciri Berfikir filsapat
- Bersipat sistem matis, cara berfikirnya bersipat logis dan rasional tentang hakikat permasalahan yang dihadapi. Hasil pemikiranya tersusun secara sistematis (bagian satu dengan yang lainya saling berhubungan).
- Bersipat radikal, menyangkut persoalan-persoalan mrndasar sampai ke akar-akarnya
- Bersipat Universal, persoalan yang difikirkan mencakup hal-hal yang menyaluruh dan mengandung generalisasi bagi semua jenis dan tingkat kenyataan yang ada didalam ini. Termasuk kehidupan ummat manusia baik dikehidupan sekarang atau masa yang akan datang.
- Bersipat spekulatip, pemikiran yang tidak di dasari dengan pembuktian-pembuktian empiris/experimental (seperti dalam ilmu alam) tapi mengandung nilai-nilai objektif oleh karena permasalahannya adalah suatu realitas/kenyataan yang apa pada objek yang difikirkan.
- Pengertian Filsapat Menurut Para Ahli yaitu
Filsapat
adalah pandangan hidup seseorang atau seklempok orang yang merupakan
konsep dasar mengenai kehidupan yang di cita-citakan. Filsapat juga
diartikan sebagai suatu sikap seseorang yang sadar dan dewasa dalam
memikirkan segala sesuatu secara mendalam dan ingin melihat dari segi
yang luas dan menyeluruh dengan segala hubungan.
Istilah dari
filsapat berasal dari Yunani :”Philosophia”. Seiring perkembangan
jaman akhirnya dikenal juga dalam berbagai bahasa,
seperti:”Philosopic” dalam kebudayaan bangsa Jerman,Belanda, dan
Prancis, “Philosophy” dalam bahasa inggris ;”Philosophia”dalam
bahasa latin; dan “Falsafah” dalam bahasa arab
Filsapat
adalah pengetahuan yang berminat mencapai pengetahuan kebenaran yang
asli.
- Objek Filsapat Ilmu
Objek
Material filsapat ilmu yaitu suatu bahan yang menjadi tinjauan
penelitian atau pembentukan pengetahuan itu atau hal yang diselidiki,
di pandang atau di sorot oleh suatu disiplin ilmu yang mencakup apa
saja baik hal-hal yang kongkrit ataupun yang abstarak.
Menurut
Dardiri (2000) bahwa objek material adalah segala sesuatu yang ada
dalam pikiran, ada dalam kenyataan maupun ada dalam kemungkinan.
Segala sesuatu yang ada itu di bagi menjadi dua, yaitu:
- Ada yang bersipat umum (ontologi), yakni ilmu yang menyelidiki tentang hal yang ada pada umumnya
- Ada yang bersipat khusus yang terbagi dua yaitu ada secara mutlak (teodicae) dan tidak mutlak yang terdiri dari manusia (antropologi metafisik) dan alam (kosmologi).
Objek Formal
filsapat ilmu yaitu sudut pandangan yang di tujukan pada bahan dari
penelitian atau pembentukan pengetahuan itu, atau sudut dari mana
objek material itu di sorot. Contoh objek materialnya adalah manusia
dan manusia ini di tinjau dari sudut pandangan yang berbeda-beda
sehingga ada beberapa ilmu yang mempelajari manusia di antaranya
psikologi, antropolgi, sosiologi dan lain sebagainya.
- Beberapa Aliran dalam Filsapat
- IDEALISME
Istilah
Idealisme yang menunjukan suatu pandangan dlam filsapat belum lama
dipergunakan orang. Namun dmikian, pemikiran tentang ide telah
dikemukakan oleh plato sekitar 2400 tahun yang lalu. Menurut plato,
realitas fundamental adalah ide, sedangkan realitas yang tampak oleh
indra manusia adalah bayangan dri ide tersebut. Bagi kelompok idealis
alam ini ada tujuannya yang bersipat spiritual. Hukum-hukum alam
dianggap sesuai dengan kebutuhan watak intlektual dan moral manusia.
Mereka juga berpendapat bahwa terdapat suatu harmoni yang mendasar
antara manusia dan alam. Manusia memang bagian dari proses alam.,
tetapi ia juga bersipat spiritual, karena manusia memiliki akal,
jiwa, budi, dan nurani.
Kelompok
yang mengikuti pandangan ini cenderung menghormati kebudayaan dan
tradisi, sebab mereka mempunyai pandangan bahwa nilai-nilai kehidupan
itu memiliki tingkat yang lebih tinggi dari sekedar nilai kelompok
individu. Ini menunjukan bahwa kekuatan idealisme terletak pada segi
mental dan spiritual kehidupan.
- HUMANISME
Sejak
abad ke 15 yang disebut dengan masa kebangkitan kembali atau
renaissance yang berkembang di Italia, timbul pandangan humanisme
yang didukung oleh berbagai penemuan seperti mesin cetak serta
ditemukannya benua Amerika dan India oleh Colombus dan Vasco de Gama.
Humanisme
memilki dua arah, yakni humanisme individu dan humanisme social.
Humanisme individu mengutamakan kemerdekaan bepikir, mengemukakan
pendapat, dan berbagai aktivitas yang kreatif. Kemampuan ini
disalurkan melalui kesenian, kesusastraan, musik, teknologi, dan
penguasaan tentang ilmu keamalan. Humanisme social mengutamakan
pendidikan bagi masyarakat keseluruhan untuk kesejahtraan social dan
perbaikan hubungan antar manusia.
- KRITISME
Aliran
kritisme ini menjembatani pandangan rasionalisme dan empirisme.
Tokohnya adalah Emmanuel Kant (1724-1204). Menurut Kant, baik
empirisme maupun rasionalisme masing-masing kurang memadai, karena
masih ada pernyataan yang bersipat sintetis analitis, misalnya: semua
kejadian ada sebabnya. Sedangkan menurut Kant, berpikir adalah proses
penyusunan keputusan yang terdiri dari subjek dan predikat.

0 komentar:
Posting Komentar