RSS

RPP PKN


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Satuan Pendidikan      : MA AL-INTISHOR
Mata Pelajaran            : Pendidikan Kewarganegaraan
Kelas / Semester          : XI / I
Pertemuan ke              :
Standart Kompetensi : 1.   Menganalisis budaya politik di Indonesia 
                                         
Kompetensi Dasar       : 1.2 Menganalisis tipe – tipe budaya politik yang berkembang
                                            dalam masyarakat Indonesia
              
Alokasi Waktu            : 2   X  45  Menit (  1  Pertemuan )

I.     Tujuan Pembelajaran       :
ü  Siswa dapat Mendeskripsikan tipe – tipe budaya politik
ü  Siswa dapat Mengidentifikasi tipe budaya politik yang berkembang dalam  masyarakat Indonesia
ü  Siswa dapat Menganalisis dampak perkembangan tipe budaya politik sesuai dengan perkembangan sistem politik yang berlaku

II.    Materi Pembelajaran       :
Ø  Tipe – tipe budaya politik
Tipe-tipe budaya politik merupakan suatu mode atau contoh dari budaya politik itu sendiri yang terbagai dalam beberapa mode atau tipe.
Ø  Macam – macam tipologi budaya politik
Macam-macam sistem politik banyak diperkenalkan oleh para ilmuan. Adapun macam sistem politik yang dikenal didunia antara lain sebagai berikut:
a.    Sistem politik tradisional merupakan suatubudaya politik yang mengedepankan satu budaya dari etnis tertentu yang ada di Indonesia. Sebagai contoh, tertentu yang ada di Indonesia. Sebagai contoh, budaya politik yang berangkat dari paham budaya politik yang berangkat dari paham masyarakat Jawa. Sistem politik yang ini terdiri dari hal-hal sebagai berikut:
§  sistem politik patriachal
§  sistem politik patrimonial
§  sistem politik feodal
b.   Sistem politik antara tradisional dan modern
Yaitu peralihan politik tradisional menjadi modern, (ditengah-tengah). Sistem politik antara tradisional dan modern menyebabkan timbulnya sistem politik kerajaan birokrasi.
c.    Sistem politik modern
Merupakan Sistem politik modern  yang mencoba meninggalkan karakter etnis tertentu atau pendasaran pada agama tertentu.
Sistem politik modern ini terdiri atas sistem politik demokrasi dan sistem politik kediktatoran. Menurut F.W. Ringgs, ada empat institusi utama dalam sistem politik, yaitu eksekutif, birokrasi, legislatif, dan partai politik. Berdasarkan empat institusi tersebut, F.W. Ringgs mengemukakan bahwa ada enam tipe atau macam sistem politik, seperti berikut.
1.   Sistem politik asepali
Merupakan sistem politik yang tidak memiliki eksekutif, birokrasi, legislatif dan       sistem kepartaian.
2.   Sistem politik proseli
Merupan sistem politik yang memiliki eksekutif, tetapi tidak memiliki birokrasi, legislatif, dan sistem kepartaian.
3.   Sistem politik ortosepali
Merupakan sistem politik yang memiliki eksekutif dan birokrasi, tetapi tidak memiliki legislatif dan sistem kepartaian.
4.   Sistem politik heterosepali
Merupakan sistem politik yang memiliki eksekutif, legislatif, birokrasi, tetapi tidak memiliki sistem kepartaian.
5.   Sistem politik metasepali
Merupakan sistem politik yang memiliki eksekutif, legislatif, birokrasi, dan sistem kepartaian.
6.   Sistem politik suprasepali
Merupakan sistem politik yang memiliki eksekutif, legislatif, birokrasi,sistem kepartaian, dan lembaga lainya.
Ø  Perkembangan tipe budaya politik sejalan perkembangan sistem politik yang berlaku
III.   Metode Pembelajaran     :
§  Tanya jawab
§  Ceramah bervariasi
§  inquiry
IV.   Langkah – langkah Pembelajaran :

NO.
Kegiatan Belajar
Waktu
Keterangan
1.












2.























3.
Kegiatan Awal
·         Apersepsi
-    Berdoa bersama sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing, ( religius)
-    Kesiapan kelas dalam  pembelajaran (disiplin)

·         Motivasi
-    Penjajagan kesiapan siswa dengan pertanyaan atau tanya jawab tentang materi yang lalu.
-    Menginformasikan kompetensi dasar yang akan dicapai.
-    Mengarahkan proses pengkajian materi

Kegiatan Inti
·         Eksplorasi
-    Guru menjelaskan Tipe – tipe dari budaya politik itu sendiri ( rasa ingin tahu)
-    Guru menjelaskan Macam – macam tipologi budaya politik yang berkembang dalam masyarakat indonesia
-    Guru menjelaskan perkembangan tipe budaya politik sejalan perkembangan sistem politik yang berlaku
·         Elaborasi
-    Meminta siswa untuk mengkaji bersama – sama sesuai dengan literatur yang ada
-    Menugaskan siswa untuk mempelajari LKS  sesuai materi yang diajarkan
-    Mengadakan tanya jawab
-    Menunjuk siswa untuk menjawab pertanyaan
·         Konfirmasi
-    Guru mengklarifikasi tipe-tipe budaya politik
-    Guru mengklarifikasi macam-macam tipologi budaya politik
-    Guru mengklarifikasi perkembangan tipe budaya politik sejalan perkembangan sistem politik yang berlaku
Kegiatan Akhir
-    Mengadakan pos tes secara lisan
-    Mengadakan pengayaan materi yang belum jelas
-    Tes tertulis ( uraian ,pilihan ganda dan bentuk lainnya )  

15







55













20



V.    Alat / Bahan / Sumber Belajar  :
- Buku materi pelajaran kewarganegaraan kelas XI penerbit Erlangga
- LKS Cerah
- LKS Simpati
- Internet
- Buku-buku (sumber) yang relevan

VI.   Penilaian  :
  Penilaian dilakukan selama dan sesudah proses pembelajaran yang berupa:
-          Non tes , tanya jawab
-          Tes tertulis (pilihan ganda, uraian)
Sesudah proses pembelajaran dengan post test tertulis.

Idikator
Pencapaian
Teknik
Penilaian
Bentuk
Instrumen

Instrumen

·      Menjelaskan kan tipe – tipe budaya politik.






















·      Menjelaskan tipe budaya politik yang berkembang dalam masyarakat Indonesia















·      Menjelaska dampak perkembangan tipe budaya politik sesuai dengan perkembangan sistem politik yang berlaku



Tes tertulis





















































Tes tertulis

Pilihan ganda






















































Uraian

Petunjuk :
Pilihlah jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang pada huruf di depan jawaban yang benar!
1.      Dalam bidang politik, manusia pada umumnya mengembangkan kegiatan-kegiatan yang diarahkan untuk membuat, melindungi, dan mengubah aturan yang dimaksudkan untuk kebaikan manusia itu sendiri secara bersama-sama sehingga terbentuk…
a.       Masyarakat politik
b.      Sistem politik
c.       Organisasi politik
d.      Sitasi politik
e.       Sirkulasi politik
2.      Sistem politik yang memiliki eksekutif, birokrasi, tetapi tidak memiliki legislatif dan sistem kepartaian disebut...
a.       Sistem politik heterosepali
b.      Sistem politik asepali
c.       Sistem politik ortosepali
d.      Sistem politik tradisional
e.       Sistem politik modern
3.      Budaya politik yang  mengedepankan satu budaya dari etnis tertentu disebut…
a.       Budaya politik tradisional
b.      Budaya politik parokial
c.       Budaya politik modern
d.      Budaya politik partisipan
e.       Budaya politik antra tradisional dan modern.
4.      Apa yang dimaksud dengan sistem politik patrimonial….
a.       Sistem politik yang terdiri dari sistem politik demokrasi dan sistem politik kediktatoran
b.      Sistem politik yang diturunkan atau diwariskan menurut silsilah atau yang diwariskan oleh leluhur
c.       Sistem politik yang melahirkan otoriter dan totaliter
d.      Sistem politik kerajaan birokrasi
e.       Sistem politik asepali
5.      Penguasa atau pemegang pucuk pemerintahan negara dengan kekuasaan yang absolut merupakan pengertian dari…
a.       Otoriter
b.      Birokrasi
c.       Institusi
d.      feodal
e.       diktator
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan tepat, singkat, dan jelas!
1.      Sebut dan jelaskan macam-macam sistem politik yang dikenal didunia?
2.      Apa saja yang menjadi bagian dari sistem politik tradisional?
3.      Coba sebutkan daerah istimewa yang berada di pulau jawa yang menggunakan sistem politik yang bersifat patrimonial atau bersifat warisan turunan dan apa alasannya?
4.      Apa saja keunggulan dari sistem politik modern?
5.      Apa yang dimaksud dengan sistem politik asepali, heterosepali, dan suprasepali?




Kunci Jawaban
v  Pilihan Ganda
1.      B
2.      C
3.      A
4.      B
5.      E
v  Uraian
1.      Macam-macam sistem politik yang dikenal di dunia
a.       Sistem politik tradisional merupakan Budaya politik tradisional ialah budaya politik yang mengedepankan satu budaya dari etnis tertentu.
b.      Sistem politik antara tradisional dan modern
Yaitu peralihan politik tradisional menjadi modern, (ditengah-tengah). Sistem politik antara tradisional dan modern menyebabkan timbulnya sistem politik kerajaan birokrasi.
c.       Sistem politik modern
Merupakan budaya politik modern adalah budaya politik yang mencoba meninggalkan karakter etnis tertentu atau pendasaran pada agama tertentu.
2.      Bagian-bagian sistem politik tradisional.
§  sistem politik patriachal
§  sistem politik patrimonial
§  sistem politik feodal
3.      Daerah istimewa yang berada di pulau jawa yang masih menggunakan atau menerapkan sistem politik yang bersifat patrimonial yaitu daerah istimewa yogyakarta karena disana dalam pemilihan gubernur khususnya daerah yogyakarta masih dilaksanakan secara turun temurun oleh keluarga hamangubuono.
4.       Keunggulan dari sistem politik modern yaitu tidak mengedepankan budaya etnis atau agama tertentu, serta sistem politik modern berlandaskan aturan-aturan dasar yang disepakati bersama, yang disebut konstitusi, dan kehidupan diselenggarakan berdasarkan aturan-aturan yang ditetapkan bersama pula dan berlaku buat semua secara adil.
5.      Yang dimaksud dengan sistem politik asepali, heterosepali, dan suprasepali ialah:
1.         Sistem politik asepali
Merupakan sistem politik yang tidak memiliki eksekutif, birokrasi, legislatif dan       sistem kepartaian.
2.         Sistem politik heterosepali
Merupakan sistem politik yang memiliki eksekutif, legislatif, birokrasi, tetapi tidak memiliki sistem kepartaian.
3.         Sistem politik suprasepali
Merupakan sistem politik yang memiliki eksekutif, legislatif, birokrasi,sistem kepartaian, dan lembaga lainya.

PEDOMAN PENSCORAN
Untuk soal pilihan ganda, dengan pensekoran apabila benar 1 diberikan skor 1 dan apabila salah diberikan skor 0 ( nol ) begitu seterusnya, jadi jumlah skor maksimal 5 sedangkan untuk soal uraian : untuk soal no 1 diberikan skor 3, soal no 2 diberikan skor 2, soal no 3 diberikan skor 3, soal no 4 diberi skor 4 dan soal no 5 diberi skor 3. Jadi jumlah skor maksimal adalah 15 jadi  skor antara pilihan ganda dan uraian adalah 20.

NA = PEROLEHAN SKOR      X    100
          SKOR MAKSIMAL   

Saran – saran




                                                                                               Mataram, 15 Juli 2010
     Guru Pamong                                                                          Mahasiswa PPL
                          



 

(........................)                                                                          (........................)

NIP.                                                                                             NIM...................




                                                      Mengetahui
                                                           Kepala Sekolah





                                                         (........................)
                                                          NIP.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)


Satuan Pendidikan      : MA AL-INTISHOR
Mata Pelajaran            : Pendidikan Kewarganegaraan
Kelas / Semester          : XI / I
Pertemuan ke              :
Standart Kompetensi :   1. Menganalisis budaya politik di Indonesia 
                                         
Kompetensi Dasar       : 1.3.Mendeskripsikan pentingnya sosialisasi pengembangan
                                            budaya politik 
                                                                                           
Alokasi Waktu            : 2   X  45  Menit (  1  Pertemuan )

I.     Tujuan Pembelajaran       :
ü  Siswa dapat menjelaskan makna sosialisasi kesadaran politik
ü  Siswa dapat menguraikan mekanisme sosialisasi dalam pengembangan budaya politik
ü  Siswa dapat mengidentifikasikan fungsi partai politik

II.    Materi Pembelajaran       :
Ø  Sosialisasi budaya politik
Apabila dikaitkan dengan hak dan kewajiban sebagai warga Negara, partisifasi  politik merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan swbagai wujud tanggung jawab Negara yang memiliki kesadaran politik yang tinggi dan baik. Dengan diadakannya sosialisasi tentang partai  politik dan pentingnya partisifasi politik dikalangan masyarakat dalam diharapkan memberikan makna yang positif dan  menguntungkan bagi pembangunan  nasional dan pembangunan manusia Indonesia seutuhnya.    
Ø  Makna sosialisasi kesadaran politik
Makna dari sosialisasi politik itu sendiri yaitu:
1.      Membangkitkan kesadaran politik masyarakat agar menjadi pemilih yang kritis dan rasional dalam menentukan pilihan politik baik bagi pelajar sebagai pemilih pemula maupun masyarakat simpatisan dan kader partai, serta warga Negara secara keseluruhan dalam pemilu.
2.      Memberikan informasi yang lengkap kepada masyarakat tentang pemilu sehingga masyarakat terhindar dari kesalahan akibat keterbatasan informasi tentang pemilu.
3.      Mendorong pendewasaan partai politik agar mereka memiliki kapasitas yang mampu memperjuangkan aspirasi rakyat.
4.      Pendidikan memilih (voters education) juga bisa menjadi metode preventif yang cukup efektif untuk mengeliminasi konflik massa dalam proses pemilu akibat polarisasi politik ditingkat grass-root.
5.      Khusus bagi pelajar pemula memberikan pendidikan politik sejak dini agar dapat tumbuh dan berkembang menjadi masyarakat politik yang cerdas dan kritis.
Ø  Mekanisme sosialisasi budaya politik
Mekanisme sosialisasi budaya politik, seseorang individu dapat tersosialisasi politik melalui berbagai macam sarana atau agen, seperti berikut:
§  Keluarga
§  Sekolah
§  Kelompok bermain
§  Pekerjaan
§  Media massa
§  Kontak politik langsung
      Makna pemilihan umum bagi perkembangan demokrasi di Indonesia, adalah sebagai berikut.
·         Sarana legitimasi politik
·         Sarana memilih perwakilan politik
·         Sarana pergantian elit politik
·         Sarana pendidikan politik
Ø  Pendidikan pemilih dilembaga pendidikan
Pendidikan pemilih bagi pelajar ini sangat penting, agar dalam pemilu mereka akan menentukan pilihannya secara cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.
1.      Sekolah sebagai media pembelajaran politik yang dinamis
2.      Pelajar sebagai pemilih rasional dan kritis
3.      Potensi pelajar sebagai pelopor ditengah masyarakat
4.      Jumlah pelajar yang akan memilih cukup signifikan.
Ø  Fungsi dan peranan partai politik.
Salah satu fungsi partai politik adalah memainkan peran sebagai agen sosialisasi politik. Ini berarti, partainpolitik setelah merekrut anggota mampu menanamkan nilai-nilai dan norma-norma dari satu generasi ke generasi berikutnya baik pada saat kampanye maupun secara periodik.
III.   Metode Pembelajaran     :
§  Ceramah bervariasi
§  Tanta jawab

IV.   Langkah – langkah Pembelajaran :
NO.
Kegiatan Belajar
Waktu
Keterangan
1.












2.



























3.
Kegiatan Awal
·         Apersepsi
-    Berdoa bersama sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing, ( religius)
-    Kesiapan kelas dalam  pembelajaran (disiplin)

·         Motivasi
-    Penjajagan kesiapan siswa dengan pertanyaan atau tanya jawab tentang materi yang lalu.
-    Menginformasikan kompetensi dasar yang akan dicapai.
-    Mengarahkan proses pengkajian materi

Kegiatan Inti
·         Eksplorasi
-    Guru menjelaskan makna sosialisasi budaya politik.
-    Guru menjelaskan mekanisme sosialisasi budaya politik ( rasa ingin tahu)
-    Guru menjelaskan pendidikan pemilih dilembaga pendidikan
-    Guru menjelaskan fungsi dan peranan budaya politik.
·         Elaborasi
-    Meminta siswa untuk mengkaji bersama – sama sesuai dengan literatur yang ada
-    Menugaskan siswa untuk mempelajari LKS  sesuai materi yang diajarkan
-    Mengadakan tanya jawab
-    Menunjuk siswa untuk menjawab pertanyaan
·         Konfirmasi
-    Guru mengklarifikasi sosialisasi budaya politik.
-    Guru mengklarifikasi makna dari sosialisasi budaya politik.
-    Guru mengklarifikasi mekanisme budaya politik.
-    Guru mengklarifikasi pendidikan memilih di lembaga pendidikan.
-    Guru mengklarifikasi fungsi dan peranan partai politik.
Kegiatan Akhir
-    Mengadakan pos tes secara lisan
-    Mengadakan pengayaan materi yang belum jelas
15







55















   
20


V.    Alat / Bahan / Sumber Belajar  :
- Buku materi pelajaran kewarganegaraan kelas XI penerbit Erlangga
- LKS Cerah
- LKS Simpati
- Internet
- Buku-buku (sumber) yang relevan

VI.   Penilaian  :
  Penilaian dilakukan selama dan sesudah proses pembelajaran yang berupa:
-          Non tes , tanya jawab.



                                                                                               Mataram, 15 Juli 2010
     Guru Pamong                                                                          Mahasiswa PPL
                          



 

(........................)                                                                          (........................)

NIP.                                                                                             NIM.....................




                                                       Mengetahui
                                                           Kepala Sekolah





                                                         (........................)
                                                          NIP.














RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)


Satuan Pendidikan      : MA AL-INTISHOR
Mata Pelajaran            : Pendidikan Kewarganegaraan
Kelas / Semester          : XI / I
Pertemuan ke              :
Standart Kompetensi :  1.  Menganalisis budaya politik di Indonesia 

Kompetensi Dasar       : 1.4. Mendeskripsikan sistem politik dan kepartaian

Alokasi Waktu            : 2   X  45  Menit (  1  Pertemuan )

I.     Tujuan Pembelajaran       :
ü  Siswa dapat mendeskripsikan bentuk – bentuk budaya politik beserta contohnya
ü  Siswa dapat menunjukkan budaya politik yang sesuai dan bertentangan dengan semangat pembangunan politik bangsa
ü  Siswa dapat memberikan contoh budaya politik partisipan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
ü  Siswa dapat mendemonstrasikan budaya politik partisipan

II.    Materi Pembelajaran       :
Ø  Bentuk – bentuk budaya politik partisipan
Sebagai komunitas warga negara yang terdidik dan terpelajar, kita hendaknya memiliki peran besar ( partisipasi aktif ) untuk melakukan perubahan sosial politik yang lebih baik dan berbudaya.
Ø  Budaya politik yang bertentangan dengan semangat pembangunan politik bangsa
Suatu pemerintahan dengan budaya politik yang bertentangan dengan semangat pembangunan politik bangsa yang transpsran (terbuka) apabila dalam penyelenggaraan sistem politik pemerintahannya tidak terdapat kebebasan aliran informasi dalam berbagai proses kelembagaan sehingga tidak mudah diakses oleh masyarakat sebagai warga bangsa yang membutuhkan.
Ø  Contoh budaya politik partisipan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
a.       Kritis memilih partai politik, anggota parlemen (DPR/DPRD, dan DPD)
b.      Kritis memilih presiden dan wakil presiden
c.       Kritisme dalam mewujudkan pemilu luber dan jurdil
Ø  Contoh perilaku berperan aktif dalam politik yang berkembang di masyarakat
Komunitas pelajar seharusnya memiliki peran yang besar untuk melakukan perubahan sosial politik yang lebih baik. Berkaitan dengan pernyataan tersebut, maka keberadaan pelajar sebgai pemilih pemula perlu mengambil sikap dan langkah-langkah yang positif dan konstruktif dalam penyelenggaraan pemilihan umum, antara lain sebagai berikut:
a.       Aktif tanpa kekerasan dalam pemilihan umum
b.      Pemilihan umum sebagai gerakan antikorupsi
c.       Anti terhadap money politics
d.      Tidak mudah dieksploitasi
e.       Tidak apatis
III.   Metode Pembelajaran     :
§  Diskusi
§  Tanya jawab

IV.   Langkah – langkah Pembelajaran :
NO.
Kegiatan Belajar
Waktu
Keterangan
1.












2.
































3.
Kegiatan Awal
·         Apersepsi
-    Berdoa bersama sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing, ( religius)
-    Kesiapan kelas dalam  pembelajaran (disiplin)

·         Motivasi
-    Penjajagan kesiapan siswa dengan pertanyaan atau tanya jawab tentang materi yang lalu.
-    Menginformasikan kompetensi dasar yang akan dicapai.
-    Mengarahkan proses pengkajian materi

Kegiatan Inti
·         Eksplorasi
-    Guru membagi kelompok menjadi 4 kelompok dimana masing ada yang 5 dan 4 orang.
-    Guru membagikan pokok bahasan atau bahan diskusi kepada msing-masing kelompok mengenai budaya politik partisifan.
-    Guru menjelaskan hal-hal yang akan didiskusikan atau yang akan dibahas yang berkaitan dengan budaya politik partisifan.
-    Guru menjelaskan hal-hal yang akan dinilai dan aturan diskusi yang akan dilaksanakan
-    Guru membagikan soal-soal yang akan dijawab bersama teman sekelompok.
·         Elaborasi
-    Meminta siswa untuk mengkaji dan mendiskusikan bersama – sama teman sekelompok sesuai dengan literatur yang ada mengenai materi yang telah dibagikan kepada masing-masing kelompok
-    Menugaskan siswa untuk mediskusikan jawaban dari soal yang telah dibagikan
·         Konfirmasi
-    Guru meminta siswa untuk mempresentasikan hasil dari diskusi terkait dengan materi yang telah dibagikan yang berhubungan dengan budaya politik partisipan.
-    Mengadakan tanya jawab antara masing-masing kelompok
-    Menunjuk kelompok untuk menjawab pertanyaan yang berasal dari kelompok lain.

Kegiatan Akhir
-    Menyimpulkan hasil dari diskusi yang telah berlangsung
-    Mengadakan pengayaan materi yang belum jelas
-    Mengadakan tanya jawab terkaid dengan materi yang belum jelas.
15







55















   




20


V.    Alat / Bahan / Sumber Belajar  :
- Buku materi pelajaran kewarganegaraan kelas XI penerbit Erlangga
- LKS Cerah
- LKS Simpati
- Internet
- Buku-buku (sumber) yang relevan

VI.   Penilaian  :
  Penilaian dilakukan selama dan sesudah proses pembelajaran yang berupa:
-          Non tes , tanya jawab, serta keaktifan siswa dalam kegiatan diskusi yang telah berlangsung.



                                                                                               Mataram, 15 Juli 2010
     Guru Pamong                                                                          Mahasiswa PPL
                          



 

(........................)                                                                          (........................)

NIP.                                                                                             NIM.....................




                                                       Mengetahui
                                                           Kepala Sekolah





                                                          (........................)
                                                          NIP.























RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)


Satuan Pendidikan      : MA AL-INTISHOR
Mata Pelajaran            : Pendidikan Kewarganegaraan
Kelas / Semester          : XI / I
Pertemuan ke              :
Standart Kompetensi :  1.  Menganalisis budaya politik di Indonesia 
                                          
Kompetensi Dasar       : 1.4.Menampilkan peran serta budaya politik partisipan
                                                                                           
Alokasi Waktu            : 2   X  45  Menit (  1  Pertemuan )

I.     Tujuan Pembelajaran       :
ü  Siswa dapat mendeskripsikan pengertian politik, sistem politik, dan pengertian partai politik
ü  Siswa dapat menyebutkan fungsi dari partai politik
ü  Siswa dapat menyebutkan tujuan dari partai politik
ü  Siswa dapat menjelaskan klasifikasi partai politik
ü  Siswa dapat memberikan contoh sistem politik dan kepartaian yang berkembang dalam masyarakat.

II.    Materi Pembelajaran       :
Ø  Pengertian politik
Kata politik berasal dari kata polis dari bahasa yunani yang berarti Negara kota. Kata polis memiliki kata-kata turunan seperti polities yang berarti Negara dan politicos yang berarti kewarganegaraan.
Ø  Pengertian sistem politik
Sistem politik merupakan alokasi nilai-nilai dimana pengalokasian nilai-nilai tersebut bersifat paksaan atau dengan kewenangan, serta mengikat sebagian atau seluruh anggota masyarakat.

Ø  Pengertian partai politik
Secara umum, partai politik adalah suatu kelompok terorganisir yang anggotanya terorientasi, nilai-nilai, dan cita-cita yang sama.
Write here, about you and your blog.
 
Copyright 2009 Kaito 1412 All rights reserved.
Free Blogger Templates by DeluxeTemplates.net
Wordpress Theme by EZwpthemes
Blogger Templates