BAB I
PENDAHULUAN
Latar
Belakang
Selama
rentang kehidupan manusia, telah terjadi banyak pertumbuhan dan
perkembangan dari mulai lahir sampai dengan meninggal dunia. Dari
semua fase perkembangan manusia tersebut, salah satu yang paling
penting dan paling menjadi pusat perhatian adalah masa remaja. Para
orang tua, pendidik dan para tenaga profesional lainnya mencoba untuk
menerangkan dan melakukan pendekatan yang efektif untuk menangani
para remaja ini. Lalu ada apakah di masa remaja ini? Seberapa
besarkah pentingnya untuk menangani masa remaja dan seberapa besar
pengaruhnya untuk kehidupan dimasa depan individu tersebut?
Masa
remaja yang dimaksudkan merupakan periode transisi antara masa
anakanak dan masa dewasa. Batasan usianya tidak ditentukan dengan
jelas, sehingga banyak ahli yang berbeda dalam penentuan rentang
usianya. Namun, secara umum dapat dikatakan bahwa masa remaja berawal
dari usia 12 sampai dengan akhir usia belasan ketika pertumbuhan
fisik hampir lengkap.
Perkembangan
sosial pada masa remaja berkembang kemampuan untuk memahami orang
lain sebagai individu yang unik. Baik menyangkut sifat-sifat pribadi,
minat, nilai-nilai atau perasaan sehingga mendorong remaja untuk
bersosialisasi lebih akrab dengan lingkungan sebaya atau lingkungan
masyarakat baik melalui persahabatan atau percintaan. Pada masa ini
berkembangan sikap cenderung menyerah atau mengikuti opini, pendapat,
nilai, kebiasaan, kegemaran, keinginan orang lain. Ada lingkungan
sosial remaja (teman sebaya) yang menampilkan sikap dan perilaku yang
dapat dipertanggung jawabkan misalnya: taat beribadah, berbudi
pekerti luhur, dan lain-lain. Tapi ada juga beberapa remaja yang
terpengaruh perilaku tidak bertanggung jawab teman sebayanya, seperti
: mencuri, free sex, narkotik, miras, dan lain-lain. Remaja
diharapkan memiliki penyesuaian sosial yang tepat dalam arti
kemampuan untuk mereaksi secara tepat terhadap realitas sosial,
situasi dan relasi baik di lingkungan keluarga, sekolah dan
masyarakat.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan
latar belakang masalah di atas, penyusun merumuskan rumusan masalah
sebagai berikut.
Apa yang
dimaksud dengan remaja?
Apa yang
dimaksud dengan perkembangan sosial?
Bagaimana
perkembangan interaksi sosial remaja?
Bagaimana
karakteristik perkembangan sosial remaja?
Apa saja
faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan sosial?
Pengaruh
perkembangan sosial terhadap tingkah laku?
BAB
II
PEMBAHASAN
Pengertian
Remaja
Remaja berasal
dari kata latin adolensence yang
berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. Istilah adolensence
mempunyai arti yang lebih luas lagi yang mencakup kematangan mental,
emosional sosial dan fisik (Hurlock, 1992). Pasa masa ini sebenarnya
tidak mempunyai tempat yang jelas karena tidak termasuk golongan anak
tetapi tidak juga golongan dewasa atau tua.
Seperti
yang dikemukakan oleh Calon (dalam Monks, dkk 1994) bahwa masa
remaja menunjukkan dengan jelas sifat transisi atau
peralihan karena remaja belum memperoleh status dewasa dan tidak lagi
memiliki status anak. Menurut Sri Rumini & Siti Sundari (2004:
53) masa
remaja adalah peralihan dari masa anak dengan masa dewasa
yang mengalami perkembangan semua aspek/ fungsi untuk memasuki masa
dewasa.
Masa
remaja berlangsung antara umur 12 tahun sampai dengan 21
tahun bagi wanita dan 13 tahun sampai dengan 22 tahun bagi pria.
Perkembangan
Sosial
Hubungan
sosial merupakan hubungan antarmanusia yang saling membutuhkan.
Hubungan sosial dimulai dari tingkat yang sederhana yang didasari
oleh kebutuhan yang sederhana. Semakin dewasa, kebutuhan manusia
menjadi kompleks dan dengan demikian, tingkat hubungan sosial juga
berkembang menjadi amat kompleks.
Pada
jenjang perkembangan remaja, seorang remaja bukan saja memerlukan
orang lain demi memenuhi kebutuhan pribadinya, tetapi mengandung
maksud untuk disimpulkan bahwa pengertian perkembangan sosial adalah
berkembangnya tingkat hubungan antar manusia sehubungan dengan
meningkatnya kebutuhan hidup manusia.
Syamsu
Yusuf (2007) menyatakan bahwa Perkembangan sosial merupakan
pencapaian kematangan dalam hubungan sosial. Perkembangan sosial
dapat pula diartikan sebagao proses belajar untuk menyesuaikan diri
terhadap norma-norma kelompok, moral dan tradisi meleburkan diri
menjadi satu kesatuan dan saling berkomunikasi dan kerja sama.
Pada awal
manusia dilahirkan belum bersifat sosial, dalam artian belum memiliki
kemampuan dalam berinteraksi dengan orang lain. Kemampuan sosial anak
diperoleh dari berbagai kesempatan dan pengalaman bergaul dengan
orang-orang dilingkungannya.
Kebutuhan
berinteraksi dengan orang lain telah dirsakan sejak usia enam bulan,
disaat itu mereka telah mampu mengenal manusia lain, terutama ibu dan
anggota keluarganya. Anak mulai mampu membedakan arti senyum dan
perilaku sosial lain, seperti marah (tidak senang mendengar suara
keras) dan kasih sayang. Sunarto dan Hartono (1999) menyatakan
bahwa: Hubungan sosial (sosialisasi) merupakan hubungan antar
manusia yang saling membutuhkan.
Hubungan
sosial mulai dari tingkat sederhana dan terbatas, yang didasari oleh
kebutuhan yang sederhana. Semakin dewasa dan bertambah umur,
kebutuhan manusia menjadi kompleks dan dengan demikian tingkat
hubungan sosial juga berkembang amat kompleks.
Perkembangan
Interaksi Sosial Remaja
Thibalet
dan Kelley (1979) yang merupakan pakar dalam teori interaksi,
mendefinisikan interaksi sebagai peristiwa saling memengaruhi satu
sama lain ketika orang atau lebih hadir bersama, mereka menciptakan
suatu hasil satu sama lain, atau berkomunikasi satu sama lain.
Jadi dalam setiap kasus interaksi, tindakan setiap orang bertujuan
untuk mempengaruhi individu lain.
Pendidikan,
ditinjau dari sudut psikososial (kejiwaan kemasyarakatan) adalah
upaya penumbuhkembangan sumber daya manusia melalui proses hubungan
interpersonal (hubungan antar-pribadi) yang berlangsung dalam
lingkungan masyarakat yang terorganisasi, dalam hal ini masyarakat
pendidikan dan keluarga. Sedangkam dalam merespons pelajaran dikelas
misalnya, siswa bergantung pada persepsinya terhadap guru pengajar
dan teman-teman sekelasnya, positif atau negatifnya terhadap guru
pengajar dan teman-teman itu sangat memengaruhi kualitas hubungan
sosial para siswa dengan lingkungan sosial kelasnya dan bahkan
mungkin dengan lingkungan sekolahnya.
Pola
Interaksi Remaja-Orang tua
Sesuai
dengan tahap perkembangannya, interaksi remaja dengan orang tua
memiliki kekhasan tersendiri. Jersild, Brook, dan Brook (1998)
mengatakan bahwa interaksi antara remaja dengan orang tua digambarkan
sebagai drama tiga tindakan (three-act-drama).
Drama
tindaka pertama (The first act drama), interaksi remaja dengan
orang tua berlangsung sebagaimana yang terjadi pada interaksi antara
masa anak-anak dengan orang tua. Mereka memiliki ketergantungan
kepada orang tua dan masih sangat dipengaruhi oleh orang tua.
Drama
tindakan kedua disebut dengan istilah-istilah perjuangan untuk
emansipasi (Jersild, Brook, dan Brook, 1998). Pada masa ini, remaja
memiliki perjuangan yang kuat untuk membebaskan dirinya dari
ketergantungan dengan orang tuanya sebagaimana pada masa anak-anak
untuk mencapai status dewasa.
Drama
tindakan ketiga, remaja berusaha menempatkan dirinya berteman dengan
orang dewasa dan berinteraksi secara lancer dengan mereka.
Karakteristik
Perkembangan Sosial Remaja
Ada
sejumlah karakteristik menonjol dari perkembangan sosial remaja,
yaitu sebagai berikut :
Berkembangnya
kesadaran akan kesunyian dan dorongan akan pergaulan.
Masa
remaja bisa disebut sebagai masa sosial karena sepanjang masa remaja
hubungan social semakin tampak jelas dan sangat dominan. Kesadaran
akan kesunyian menyebabkan remaja berusaha mencari kompensasi dengan
mencari hubungan dengan orang lain atau berusaha mencari pergaulan.
Adanya
upaya memilih nilai-nilai sosial
Ada 2
kemungkinan yang ditempuh oleh remaja ketika berhadapan dengan
nilai-nilai sosial tertentu, yaitu menyesuaikan diri dengan
nilai-nilai tersebut atau tetap pada pendirian dengan segala
akibatnya. Ini berarti bahwa reaksi terhadap keadaan tertentu akan
berlangsung menurut norma-norma tertentu pula.
Meningkatnya
ketertarikan pada lawan jenis
Remaja
sangat sadar akan dirinya tentang bagaimana pandangan lawan jenis
mengenai dirinya. Pergaulan sesama teman lawan jenis dirasakan
sangat penting, tetapi cukup sulit, karena di samping harus
memperhatikan norma pergaulan sesame remaja juga terselip pemikiran
adanya kebutuhan masa depan untuk memilih teman hidup .
Mulai
cenderung memilih karakter tertentu
Mulai
tampak kecenderungan untuk memilih karier tertentu meskipun dalam
pemilihan karier tersebut masih mengalami kesulitan
Faktor-Faktor
yang Mempengaruhi Perkembangan Sosial
Perkembangan
sosial manusia dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu: keluarga,
kematangan anak, status ekonomi keluarga, tingkat pendidikan, dan
kemampuan mental terutama emosi dan inteligensi.
Keluarga
Keluarga
merupakan lingkungan pertama yang memberikan pengaruh terhadap
berbagai aspek perkembangan anak, termasuk perkembangan sosialnya.
Kondisi dan tata cara kehidupan keluarga merupakan lingkungan yang
kondusif bagi sosialisasi anak. Di dalam keluarga berlaku norma-norma
kehidupan keluarga, dan dengan demikian pada dasarnya keluarga
merekayasa perilaku kehidupan budaya anak.
Proses
pendidikan yang bertujuan mengembangkan kepribadian anak lebih banyak
ditentukan oleh keluarga. Pola pergaulan dan bagaimana norma dalam
menempatkan diri terhadap lingkungan yang lebih luas ditetapkan dan
diarahkan oleh keluarga.
Kematangan
anak
Bersosialisasi
memerlukan kematangan fisik dan psikis. Untuk mampu mempertimbangan
dalam proses sosial, memberi dan menerima pendapat orang lain,
memerlukan kematangan intelektual dan emosional. Di samping itu,
kemampuan berbahasa ikut pula menentukan.
Dengan
demikian, untuk mampu bersosialisasi dengan baik diperlukan
kematangan fisik sehingga setiap orang fisiknya telah mampu
menjalankan fungsinya dengan baik.
Status
Sosial Ekonomi
Kehidupan
sosial banyak dipengaruhi oleh kondisi atau status kehidupan sosial
keluarga dalam lingkungan masyarakat. Masyarakat akan memandang anak,
bukan sebagai anak yang independen, akan tetapi akan dipandang dalam
konteksnya yang utuh dalam keluarga anak itu. “ia anak siapa”.
Secara tidak langsung dalam pergaulan sosial anak, masyarakat dan
kelompoknya dan memperhitungkan norma yang berlaku di dalam
keluarganya.
Dari pihak
anak itu sendiri, perilakunya akan banyak memperhatikan kondisi
normatif yang telah ditanamkan oleh keluarganya. Sehubungan dengan
itu, dalam kehidupan sosial anak akan senantiasa “menjaga” status
sosial dan ekonomi keluarganya. Dalam hal tertentu, maksud “menjaga
status sosial keluarganya” itu mengakibatkan menempatkan dirinya
dalam pergaulan sosial yang tidak tepat. Hal ini dapat berakibat
lebih jauh, yaitu anak menjadi “terisolasi” dari kelompoknya.
Akibat lain mereka akan membentuk kelompok elit dengan normanya
sendiri.
Pendidikan
Pendidikan
merupakan proses sosialisasi anak yang terarah. Hakikat pendidikan
sebagai proses pengoperasian ilmu yang normatif, akan memberikan
warna kehidupan sosial anak di dalam masyarakat dan kehidupan mereka
di masa yang akan datang. Pendidikan dalam arti luas harus diartikan
bahwa perkembangan anak dipengaruhi oleh kehidupan keluarga,
masyarakat, dan kelembagaan. Penanaman norma perilaku yang benar
secara sengaja diberikan kepada peserta didik yang belajar di
kelembagaan pendidikan(sekolah). Kepada peserta didik bukan saja
dikenalkan kepada norma-norma lingkungan dekat, tetapi dikenalkan
kepada norma kehidupan bangsa(nasional) dan norma kehidupan
antarbangsa. Etik pergaulan membentuk perilaku kehidupan
bermasyarakat dan bernegara.
Kapasitas
Mental, Emosi, dan Integensi
Kemampuan
berpikir banyak mempengaruhi banyak hal, seperti kemampuan belajar,
memecahkan masalah, dan berbahasa. Anak yang berkemampuan intelektual
tinggi akan berkemampuan berbahasa secara baik. Oleh karena itu
kemampuan intelektual tinggi, kemampuan berbahasa baik, dan
pengendalian emosional secara seimbang sangat menentukan keberhasilan
dalam perkembangan sosial anak.
Sikap
saling pengertian dan kemampuan memahami orang lain merupakan modal
utama dalam kehidupan sosial dan hal ini akan dengan mudah dicapai
oleh remaja yang berkemampuan intelektual tinggi.
Pengaruh
Perkembangan Sosial terhadap Tingkah Laku
Pikiran
remaja sering dipengaruhi oleh hide-ide dari teori – teori yang
menyebabkan sikap kritis terhadap situasi dan orang lain .
Pengaruh
egosentris sering terlihat pada pemikiran remaja, yaitu :
Cita-cita
dan idealisme yang baik , terlalu menitik beratkan pikiran sendiri
tanpa memikirkan akibat jauh dan kesulitan-kesuliatn praktis.
Kemampuan
berpikir dengan pendapat sendiri belum disertai pendapat orang lain.
Pencerminan sifat egois dapat menyebabkan dalam menghadapi pendapat
oaring lain , maka sifat ego semakin kecil sehingga terjadi perubahan
tingkah laku yang semakin baik dan matang .
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Remaja berarti
tumbuh menjadi dewasa yang mencakup kematangan mental, emosional
sosial dan fisik.
Perkembangan
sosial adalah berkembangnya tingkat hubungan antarmanusia sehubungan
dengan meningkatnya kenutuhan hidup manusia.
Sesuai
dengan tahap perkembangannya, interaksi remaja dengan orang tua
memiliki kekhasan tersendiri.
Karakteristik
perkembangan sosial remaja yaitu :
Berkembangnya
kesadaran akan kesunyian dan dorongan akan pergaulan.
Adanya
upaya memilih nilai-nilai sosial
Meningkatnya
ketertarikan pada lawan jenis
Mulai
cenderung memilih karakter tertentu
Faktor-faktor
yang mempengaruhi perkembangan sosial yaitu :
Kematangan
anak
Keluarga
Status
Sosial Ekonomi
Pendidikan
Kapasitas
Mental, Emosi, dan Integensi
Pikiran
remaja sering dipengaruhi oleh ide-ide dari teori-teori yang
menyebabkan sikap kritis terhadap situasi dan orang lain.
Saran
Perlu
adanya kerja sama dari remaja itu sendiri, orang tua, guru dan
pihak-pihak lain yang terkait agar perkembangan remaja di bidang
sosial dapat dilalui secara terarah, mengingat masa remaja merupakan
masa yang paling menentukan bagi kebarhasilan remaja dimasa depan.
DAFTAR
PUSTAKA
Ali,
Muhammad dan Muhammad Asrori. 2004. Psikologi Remaja.
Jakarta : Bumi Aksara.
Syah,
Muhibbin.2010. Psikologi Pendidikan. Bandung : PT Remaja
Rosdakarya.
MAKALAH
PENDIDIKAN
PESERTA DIDIK
TENTANG
REMAJA AWAL
Disusun
Oleh
Kelompok
VII
-
NamaNIMAliyanti
Fatmah
Milhanah
M. Huznuzan

0 komentar:
Posting Komentar