RSS

Makalah Hadist Tarbiyah

BAB I
PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang
Pendidikan adalah jalan untuk memperoleh pahala yang berlipat ganda. Melalui pendidikan baik pendidik maupun yang dididik akan memperoleh pahala yang terus mengalir. Orang-orang yang berada di jalan keilmuan atau pendidikan maka akan dimudahkan jalannya ke surga. Pahala dari ilmunya akan terus mengalir walaupun telah mati. Berikut ini adalah beberapa hadits yang menekankan pentingnya pendidikan.
  1. Rumusan Masalah
  1. Apa yang dimaksud dengan tangan diatas lebih baik dari pada tangan dibawah?
  2. Apa sajakah sikap baik dan buruk dalam menuntut ilmu?
  3. Apa yang dimaksud dengan orang muslim ibarat bangunan?


BAB II
PEMBAHASAN


  1. Orang Mukmin Bagaikan Sebuah Bangunan


حديث ابى موسى رضى الله عنه, عن النبى صلى الله عليه وسلم قال: ان المؤمن للمؤمن كالبنيان يشد بعضه بعضا, وشبك اصابعه. (متفق عليه)

Artinya:
Hadits abi Musa r.a, dari nabi SAW bersabda: bahwasanya orang mukmin bagi mukmin lainnya seperti bangunan yang menguatkan antara satu bagian dgn bagian yang lain, dan rosulullah sambil menggenggam jemarinya.
Sumber: lu’lu’ wal marjan (1670)
Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam juga bersabda: “Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal kasih sayang, kecintaan dan kelemah-lembutan diantara mereka adalah bagaikan satu tubuh, apabila ada satu anggotanya yang sakit maka seluruh tubuh juga merasakan sakit dan tidak bisa tidur”. (Muttafaqun ‘Alaih
Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam juga bersabda: “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, dia tidak mendzalimi saudaranya, tidak menipunya, tidak memperdayanya dan tidak meremehkannya”
  1. Sikap Yang Baik Dan Buruk Dalam Menuntut Ilmu

عن ابى واقد الليثى, ان رسول الله صلى الله عليه وسلم بينماهو جالس فى المسجد والناس معه, اد اًقبل ثلاثة نفر, فاًقبل اثنان الى رسول الله صلى الله عليه وسلم, ودهب واحد. قال: فوقفا على رسول الله صلى الله عليه وسلم. فاًمااًحدهما فراًى فرجة فى الحلقة فجلس فيهاواماالاخر فجلس خلفهم, واماالثالث فاًدبر داهبا فلما فرغ رسول الله عليه وسلم, قال: اًلا اخيركم عن النفر الثلاثة؟ امااًحدهم فاًوى الى الله فاًواه الله: واماالا خر فاستحيا فاستحيا الله منه: واماالا خر فاًعرض فاًعرض الله عنه. (رواه البخارى ومسلم)
Artinya:
Dari Abi Waqad Al laysy, bahwasanya rosulullah SAW duduk di masjid bersama sahabat, tiba-tiba datang tiga orang, maka yang dua orang menghadap pada rosulullah SAW sedangkan yang satu terus pergi, adapun salah satu dari keduanya melihat ada lowongan ditengah majlis maka iapun duduk ditempat tersebut sedang yang lainnya duduk dibelakang sedangkan salah satu dari ketiganya telah pergi, maka ketika rosulullah telah selesai dari nasehatnya, beliau bersabda:” sukakah kamu aku beritakan kepada kalian tentang tiga orang tersebut? Adapun orang pertama ia ingin mendekat pada allah maka allahpun memberi tempat dekat, sedangkan orang kedua ia malu kepada Allah maka Allahpun malu kepadanya dan adapun orang ketiga ia berpaling dari Allah maka Allahpun berpaling darinya.

  1. Sikap yang baik
  1. Terhindar dari sikap ceroboh.
Biasanya orang yang berilmu akan sangat hati-hati dalam berbuat, berkata, bersikap atau memutuskan sesuatu. Namun, orang yang tidak berilmu biasanya cendrung bersikap ceroboh dan gegabah, baik dalam ucapan, tindakan, maupun sikap. Sehingga kecerobohan ini, seringkali membuat dia menghadapi bahaya dan kesulitan. Hal itu disebutkan Allah dalam surat Thaha [20]: 114.

فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ وَلَا تَعْجَلْ بِالْقُرْءَانِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يُقْضَى إِلَيْكَ وَحْيُهُ وَقُلْ رَبِّ زِدْنِيعِلْمًا

Artinya: “Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al Qur'an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah: "Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.”
  1. Dapat melihat persolaan dengan baik dan memutuskan dengan tepat
    Hal ini disebutkan Allah dalam surat ar-Ra’d [13]: 19.

أَفَمَنْيَعْلَمُأَنَّمَاأُنْزِلَإِلَيْكَمِنْرَبِّكَالْحَقُّكَمَنْهُوَأَعْمَىإِنَّمَايَتَذَكَّرُأُولُوالْأَلْبَاب
Artinya: “Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran”
Ini adalah salah satu keutamaan orang yang berilmu, di mana dia akan sangat arif menyikapi suatu persoalan. Baik persoalan sendiri, maupun orang lain yang diserahkan penyelesaiannya kepadanya. Tidak seperti orang yang buta, sebagaimana yang disebutkan Allah swt. Buta di sini tentu saja bukan buta mata, tetapi buta hati karena tidak memiliki ilmu dan wawasan. 
Sikap bijaksana ini tergambar dari sikap ratu Balqis seperti diceritakan Allah swt dalam surat an-Naml [27]: 20-40. Ratu Balqis sebagai seorang ratu yang berilmu dan bijaksana, membuat dia dihormati dan disegani seluruh rakyat Yaman. Dia juga membuat nabi Sulaiman as. manjadi kagum atas sikapnya yang sangat bijaksana dan ketika menjawab semua pertanyaan Sulaiman.
  1. Hendaknya ia mensucikan hatinya dari segala macam sifat-sifat yang tidak terpuji. Seperti menjauhkan diri dari akidah yang jelek, perilaku kotor, hasud, dengki, dan sebagainya.
  2. Sucikanlah hati dari segala kekeruhan dan kotoran, iri, dengki dan kerusakan Aqidah (Syirik dan Bid’ah) dan keburukan akhlah agar mudah menerima ilmu serta menghafalnya serta mampu untuk memahami makna-makna yang detail dan hakikat kerancuan yang ada padanya karena ilmu tersebut sebagaimana ucapan sebagian para ulama Shalat siir (tersembunyi) dan Ibadah hati serta pendekatan batin  maka sebagaimana tidak sah shalat yang dilakukan oleh anggota badan kita yang zahir kecuali dengan mensucikan yang zahir berupa hadats dan kotoran maka demikian pula tidak akan sah suatu Ilmu yang ia adalah Ibadah hati kecuali dengan mensucikannya dari kotoran sifat-sifat dan kotoran-kotoran akhlak yang buruk.
Apabila hati itu baik untuk ilmu maka akan  muncul keberkahannya dan ia pun akan bertambah seperti tanah yang baik untuk tumbuhan maka pasti tumbuhan itu akan baik dan berkembang.
Sebagaimana dalam hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam :


إِنَّ فِي الْجَسَدُ مُضْغَةً إِذاَ صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَ إِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلاَ وَهِيَ الْقَلْبُ.


Ketahuilah di dalam badan ini ada segumpal darah apabila ia baik maka akan baiklah seluruh anggota badan tetapi apabila ia rusak maka rusaklah semua anggota badan  ketahuilah ia adalah Hati.”
  1. Hendaklah penuntut ilmu dalam menuntut ilmu memiliki niat yang baik dengan mengharap ridha Allah Swt, mengamalkan ilmu, menghidupkan syariat Islam, menerangi hatinya dengan berdzikir, membersihkan jiwa, dan mendekatkan diri kepada Allah Swt Penuntut ilmu wajib memiliki niat yang baik pada saat menuntut ilmu.

Allah SWT berfirman yang artinya:
Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus.” (QS. Al-Bayyinah : 5)
dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya.” (QS. An-Nisaa; : 125)
Dari Sahabat Umar bin Khattab Radhiyallahu anhu berkata : Aku telah mendengar dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
ِإنَّماَ اْلأ َعْماَلُ باِلنِّياَتِ وَإِنَّماَ لِكُلِّ امْرِءِ ماَ نَوَى
Sesungguhnya segala amalan itu tergantung niatnya dan setiap orang hanya akan mendapatkan dari apa yang ia niatkan.
Niat yang baik dalam menuntut ilmu adalah : Hendaklah di tujukan hanya untuk mengharap Wajah Allah Ta’ala, beramal dengannya, menghidupkan syariat, menerangi hatinya, menghiasi batinnya, dan mengharapkan kedekatan dengan allah Ta’ala pada hari kiamat serta mencari segala apa yang Allah sediakan untuk ahlinya (Ahli Ilmu)  berupa keridhaan dan karunianya yang besar.
Sufyan Ats-Tsauri Rahimahullah Mengatakan : Tidak ada yang paling sulit yang aku obati pada diriku kecuali niatku, dan janganlah ia bertujuan dengan menuntut ilmu  itu  untuk memperolah keuntungan duniawi seperti kepemimpinan, jabatan, kehormatan dan harta berbangga dihadapan teman-temannya, di agungkan manusia, menjadi pemimpin dimajelis dan yang sepertinya, akhirnya ia gantikan  yang mulia dengan keburukan .


  1. Hendaknya seorang penuntut ilmu bersifat qana’ah dalam makanan dan pakaian. Sebab dengan sifat sabar dan qana’ah maka ia akan memperoleh keluasan ilmu dan dapat mengonsentrasikan hatinya untuk menggapai semua cita-cita dan pada gilirannya ia akan memperoleh sumber-sumber ilmu yang bermanfaat.
  2. Luangkan waktu di awal-awal menuntut ilmu
Manfaatkan waktu muda untuk segera menuntut ilmu  dan jangan tertipu dengan saufa (saya akan –saya akan) dan angan-angan karena setiap detik umur kita yang telah berlalu tidak akan terulangi kembali. Para ulama kita mengatakan, ‘Ilmu itu apabila engkau luangkan seluruh waktumu maka ia akan memberikanmu separuhnya.


  1. Manfaatkan waktu dan sisa-sisa umur dalam menuntut ilmu.
  2. Jauhkan banyak makan dan  minum dan cukupkan diri seadanya.
Imam Asy-Syafi’I rahimahulloh berkata ; “ aku tidak pernah merasakan kekenyangan selama enam belas tahun.
  1. Hendaklah bersikap hati-hati dan mengambil keringanan yang diberikan oleh Allah Ta’ala.
  2. Kurangi makanan yang menimbulkan kebodohan, kelemahan, dan lupa.
  3. Kurangi tidur dan biasakan badan berolah raga dan kurangi berhubungan badan.
  4. Carilah teman baik dalam menuntut ilmu


  1. Sikap buruk
  1. Hasad (iri dengki).
Yaitu tidak suka terhadap nikmat yang Allah berikan kepada saudaranya yang lain, sekalipun dia tidak menginginkan nikmat tersebut hilang dari saudaranya.Benci melihat temannya lebih pintar darinya, benci melihat ketekunan seseorang dalam belajar.
Ini juga merupakan sifat tercela yang dimiliki kaum Yahudi.
Allah berfirman :

أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ عَلَى مَا ءَاتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ فَقَدْءَاتَيْنَاءَالَإِبْرَاهِيمَالْكِتَابَوَالْحِكْمَةَوَءَاتَيْنَاهُمْمُلْكًاعَظِيمًا
"Ataukah mereka dengki kepada manusia lantaran karunia yang Allah telah berikan kepadanya ? Sesungguhnya Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar. An Nisa' :54
Orang yang dengki maka hidupnya akan selalu tersiksa dengan keberhasilan orang lain, ya Allah, semoga kita dijauhkan dari sifat ini.
  1. Sombong. 
Kesombongan adalah sikap menolak kebenaran dan meremehkan manusia. Dan ini dilarang dalam Islam. Jika kita salah dalam memahami sesuatu kemudian diingatkan seringkali kita merasa sombong.
Ketahuilah bahwasannya Allah berfirman : 

وَيَوْمَالْقِيَامَةِتَرَىالَّذِينَكَذَبُواعَلَىاللَّهِوُجُوهُهُمْمُسْوَدَّةٌأَلَيْسَفِيجَهَنَّمَمَثْوًىلِلْمُتَكَبِّرِينَ
Dan pada hari kiamat kamu akan melihat orang-orang yang berbuat dusta terhadap Allah, mukanya menjadi hitam. Bukankah dalam neraka Jahannam itu ada tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri?" Az Zumar 60.
Dan bila kita memiliki ilmu, Ingatlah bahwa apa saja yang kita miliki adalah sekedar pemberian Allah saja bukan semata-mata dari diri kita sendiri.

يَمُنُّونَ عَلَيْكَ أَنْ أَسْلَمُوا قُلْ لَا تَمُنُّوا عَلَيَّ إِسْلَامَكُمْ بَلِ اللَّهُ يَمُنُّ عَلَيْكُمْ أَنْ هَدَاكُمْ لِلْإِيمَانِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

Mereka merasa telah memberi ni'mat kepadamu dengan keislaman mereka. Katakanlah: "Janganlah kamu merasa telah memberi ni'mat kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah, Dialah yang melimpahkan ni'mat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar." Al Hujurat 17.

  1. Ta'ashub (fanatik) terhadap suatu madzhab tertentu.
Seorang penuntut ilmu dilarang ta'ashub golongan atau madzhab, karena hal itu akan membuka pintu perpecahan.
Allah berfirman :
وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُوا إِنَّ
اللَّهَمَعَالصَّابِرِينَ
"Dan ta'atlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." Al Anfaal : 46

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِإِنْكُنْتُمْتُؤْمِنُونَبِاللَّهِوَالْيَوْمِالْآخِرِذَلِكَخَيْرٌوَأَحْسَنُتَأْوِيلًا

"Hai orang-orang yang beriman, ta'atilah Allah dan ta'atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya." An Nisa' :59

إِنَّ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا لَسْتَ مِنْهُمْ فِي شَيْءٍ إِنَّمَا أَمْرُهُمْ إِلَى اللَّهِ ثُمَّ يُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوا يَفْعَلُونَ

"Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama-Nya dan mereka menjadi bergolongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu kepada mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah terserah kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat". Al An'am : 159
  1. Su'udzon (buruk sangka).
Misalnya buruk sangka terhadap orang lain yang melakukan kebaikan disangka mereka melakukan riya' agar dipuji, baik itu rajin dalam ibadah, banyak dalam sedekah, rajin belajar, dll. 
Hal ini dilarang karena Allah telah berfirman :
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ


"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan buruk-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari buruk-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang." Al Hujurat :12

dan ketahuilah perbuatan ini adalah sifatnya dari orang munafik .Allah berfirman :

الَّذِينَ يَلْمِزُونَ الْمُطَّوِّعِينَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ فِي الصَّدَقَاتِ وَالَّذِينَ لَا يَجِدُونَ إِلَّا جُهْدَهُمْ فَيَسْخَرُونَ مِنْهُمْ سَخِرَ اللَّهُمِنْهُمْوَلَهُمْعَذَابٌأَلِيمٌ


"Orang-orang munafik itu) yaitu orang-orang yang mencela orang-orang mukmin yang memberi sedekah dengan sukarela dan (mencela) orang-orang yang tidak memperoleh (untuk disedekahkan) selain sekedar kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka itu, dan untuk mereka azab yang pedih." At Taubah : 79.
Ayat diatas menceritakan perbuatan orang munafiq, yang bila kaum mu'minin bersedekah dengan harta yang banyak mereka mencelanya dengan menyangka mereka (mu'minin) telah berbuat riya', WAllahul Musta'an.


  1. Tangan Yang Diatas Lebih Mulia Dari Yang Dibawah
حديث لبن عمر رضى الله عنه, اًن رسول الله عليه وسلم قال, وهو على المنبر, ودكر الصدقة و التعفف والمسئلة: اليد العليا خير من يد السفلى, فاليد العليا هى المنفقة, والسفلى هى السائلة. (متفق عليه)
Artinya:
Ibnu umar r.a berkata: ketika nabi SAW khutbah di atas mimbar dan menyebut sedekah dan minta-minta, maka bersabda : tangan yang diatas lebih baik dari tangan yang dibawah, tangan yang diatas itu memberi dan yang dibawah yang meminta.
حديث حكيم بن حزام رضى الله عنهو خن انبى صلى الله عليه وسلم, قال: اليد العلياخير من اليد السفلى, وابداً بمن تعول, وخير الصدقة عن الظهر غنى, ومن يستعفف يعفه الله, ومن يستغن يغنه الله. (متفق عليه)
Artinya:
Hakiem bin hizam r.a berkata: nabi Saw bersabda: tangan yang diatas lebih baik dari tangan yang dibawah, dan dahulukan keluargamu (orang-orang yang wajib kamu belanjai) dan sebaik-baik sedekah itu dari dari kekayaan (yang berlebihan), dan siapa yang menjaga kehormatan diri tidak meminta-minta, maka Allah akan mencukupinya , demikian pula siapa yang beriman merasa sudah cukup maka allah akan membantu memberinya kekayaan.



BAB III
PENUTUP


  1. Kesimpulan
Sedekah dan minta-minta, maka bersabda : tangan yang diatas lebih baik dari tangan yang dibawah, tangan yang diatas itu memberi dan yang dibawah yang meminta.
Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal kasih sayang, kecintaan dan kelemah-lembutan diantara mereka adalah bagaikan satu tubuh, apabila ada satu anggotanya yang sakit maka seluruh tubuh juga merasakan sakit dan tidak bisa tidur.

  1. Saran

KATA PENGANTAR


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahirabbilalamin, banyak nikmat yang Allah berikan, tetapi sedikit sekali yang kita ingat. Segala puji hanya layak untuk Allah Tuhan seru sekalian alam atas segala berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul ”HADIST TARBIYAH”. Dalam penyusunannya, penulis memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak, karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: Kedua orang tua dan segenap keluarga besar penulis (Pak Ihsan,Bu khusniah) yang telah memberikan dukungan, kasih, dan kepercayaan yang begitu besar. Dari sanalah semua kesuksesan ini berawal, semoga semua ini bisa memberikan sedikit kebahagiaan dan menuntun pada langkah yang lebih baik lagi. Meskipun penulis berharap isi dari makalah ini bebas dari kekurangan dan kesalahan, namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar makalah ini dapat lebih baik lagi. Akhir kata penulis berharap agar makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca.

Mataram, Januari 2013
Penyusun 

DAFTAR ISI


Kata Pengantar ii
Daftar Isi iii
BAB I
PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang 1
  2. Rumusan Masalah 1


BAB II
PEMBAHASAN
  1. Orang mukmin bagaikan sebuah bangunan 2
  2. Sikap yang baik dan buruk dalam menuntut ilmu 3
  3. Tangan yang diatas lebih mulia dari yang dibawah 11

BAB III
PENUTUP
  1. Kesimpulan 12
  2. Saran 12
MAKALAH
HADIST TARBIYAH



Disusun Oleh
Nama : MILHANAH
NIM : 151112104
Kelas : III C
Jurusan : Pendidikan Bahasa Arab



FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI MATARAM
2013

0 komentar:

Posting Komentar

Write here, about you and your blog.
 
Copyright 2009 Kaito 1412 All rights reserved.
Free Blogger Templates by DeluxeTemplates.net
Wordpress Theme by EZwpthemes
Blogger Templates